Beberapa Peraturan dan Juga Pengertian Tentang Kredit Macet

  1. Bagi kepemilikan kartu utama, pemegang kartu minimal berusia 21 tahun atau sudah nikah dan minimum harus berusia 17 tahun atau sudah nikah untuk kartu tambahan.
  2. Pendapatan paling sedikit pemegang kartu yaitu sekitar 3 juta per bulan.
  3. Maksimal plafon kredit yaitu tiga kali pendapatan per bulan dan penerapannya berlaku secara industri.
  4. Calon pemegang kartu yang pendapatan per bulannya kurang dari 10 juta akan dikenakan pembatasan plafon dan juga pembatasan perolehan kartu kredit maksimum dari dua penerbit.
  5. Calon pemegang kartu yang pendapatan per bulannya  10 juta ke atas tidak akan dikenakan pembatasan jumlah plafon serta kartu dari dua penerbit , jadi analisis kredit sepenuhnya diserahkan kepada Bank.
  6. Maksimum bunga kartu kredit tiga persen per bulan.
  7. Peraturan ini membatasi jumlah kartu yang dapat dimiliki oleh calon nasabah, limit dari kartu kredit yang dimiliki dan bunga yang dapat di limpahkan  ke kustomer.

Sedangkan itu, Anda sebagai debitur perlu mengetahuinya . Hal tersebut karena rasio Non Performing Loan tidak hanya mempengaruhi bank saja, namun juga debitur yang lain bahkan anda sendiri. Dampak Non Performing Loan yang tinggi bisa saja membuat modal bank semakin mengecil. Dengan sedikitnya modal bank akan membuat bank susah untuk memberikan pinjaman ke debitur lain yang membutuhkan pinjaman dana . Dan akhirnya, para debitur akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pinjaman.

Bagi anda sendiri, bila anda pernah mengalami kredit macet, maka bank akan memasukan nama anda ke dalam BI checking black list dan akan lebih susah bagi anda untuk mendapatkan pinjaman tanpa jaminan maupun pinjaman KMG dari bank di lain hari.  Dari segi bank, bank berusaha keras menekan angka Non Performing Loan seminimal mungkin dengan cara menghilangkan kredit macet. Cara yang dilakukan bank yaitu dengan menagih debitur yang bermasalah. Beberapa diantaranya karena masalah keterlambatan dalam membayar tagihan. Dalam penerapannya, bank akan menyuruh debt collector untuk meminta debitur segera melunasi hutangnya. Apabila langkah pertama tidak dapat membuahkan hasil, bank bisa mempunyai hak untuk melelang aset yang dijaminkan debitur ketika meminjam dana. Melelang aset adalah solusi dari bank untuk mendapatkan dananya kembali saat dipinjamkan kepada debitur. Untuk pinjaman kartu kredit yang diberikan tanpa jaminan, bank dapat menuntut debitur melalui jalan hukum perdata karena melakukan wanprestasi.  Akan tetapi , cara ini hanya digunakan untuk debitur yang  bermasalah.

Kesalahan  debitur dalam menyelesaikan hutang inilah yang membuat Non Performing Loan bank semakin memburuk.  Ada banyak dampak negatif yang akan terjadi jika anda mengalami kredit macet. Kredit macet bukan hanya memberatkan diri anda sendiri yang harus berurusan dengan debt collector,  namun bila  banyak kredit yang macet maka seluruh indonesia dapat terkena dampaknya dan terpuruk ke dalam krisis ekonomi. Oleh karena itu, dengan besarnya pengaruh yang dapat terjadi, sebisa mungkin anda harus mengontrol penggunaan kartu kredit dan selalu melunasi tagihan kartu kredit secara penuh agar tidak terbebani dengan hutang kartu kredit.

Artikel ini bersumber dari taralite

Posting Terkait "Beberapa Peraturan dan Juga Pengertian Tentang Kredit Macet"

Cara Tradisional Menurunkan Berat Badan dengan Resep Minuman Alami
Cara tradisional menurunkan berat badan pada dasarnya
Hidup Sehat Bersama Tropicana Slim Yang Menyenangkan
Siapa sih yang tidak ingin hidup sehat?
Ketentuan Melakukan Facial Wajah Berjerawat Yang Aman
Menjaga kebersihan memang sangat penting di lakukan
Memilih Makeup yang Tepat untuk Perawatan Wajah Berjerawat
Ketika kulit wajah tumbuh jerawat, biasanya Anda